Sabtu, 01 Januari 2011

Latihan Dasar Kepemimpinan Remaja (LDKR II)


mendaftar dengan semangat
Hari pertama di tahun 2011 ini bisa dibilang istimewa. Kenapa? karena biasanya hari2 kayak gini adalah saat yang pas bagi kebanyakan remaja tuk jalan2, liburan, kongkow2, pokoknya Have fun deh. Apalagi 1 januari ini juga masih masa liburan semester. Lengkaplah semua!
Nah, maka jadi hal yang istimewa banget jika pada hari itu ada remaja2 yang malah "merelakan" waktunya tuk diisi aktivitas semacam : "LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN REMAJA". Hmm.. Azeg!
Singkat cerita, bertempat di MTs Negeri Bintuhan yang asri, berkumpullah sekitar 75 pelajar (50 putri 'n 25 putra) dari 5 sekolah menengah atas di Kaur [ SMA 1, 3, 5, MAN, 'n SMK Ma'arif ] . Mereka kumpul disini bukan mau demo  sobat, apalagi ngungsi. Tapi memang disinilah kegiatan yang paling aman untuk kantong mereka (hahha..becanda .. bisa digebukin anak2 rohis). Oke, let's be serious. Disinilah selama 2 hari mereka yang notabene anak2 mentoring akan dididik, ditatar, dibina(sakan), dan dibekali dengan ilmu berorganisasi dan kepemimpinan.  Intinya : Menjadi Seorang Pemimpin Tidak Bisa Instan!! Perlu proses dan pengorbanan.
Buat kami para panitia, LDKR ini jadi beban moral juga sebenarnya. Mo ngajarin cara berorganisasi yang baik en kepanitiaan yang kompak tentu PG-nya musti bisa jadi contoh dulu. Kalo kepanitiaan LDKR aja masih amburadul, ya Nggak lucu kan. hmm..hmm.
panitia juga kebagian
Maka, melalui rapat yang penuh konspirasi (wkwkwk..) terpilihlah sebagai Ketupatnya Bang Renra Agung, SSTP (orang yg 2 taun lalu mo dicalonin jadi DE PG tapi minggat dengan suksesnya ke Pulau Jawa!). Hasilnya.. Subhanallah! sampe pas evaluasi ada yang ngomen : "perasaan baru kali ini kepanitiaan kita begitu solid ya.." juga "meski capek, ana senang karena semua panitia juga komit dengan tugasnya".. sampe "Wah, mesti dipertahankan nih, kegiatan2 selanjutnya akh renra aja ya yang jadi ketua panitia.." Pletak! 
But, faktanya emang gitu. banyak hal positif dalam kinerja kepanitiaan kali ini. contohnya, untuk menumpas kebiasaan ngaret, dibuat peraturan bagi siapa aja yang datang terlambat bakal disanksi. Dan semua sepakat. Alhasil, tersebutlah 4 orang panitia dihadihi push up 1 kali per menit telat karena tertangkap tangan datang terlambat (wkwkwkw). Peserta pun juga banyak yang kaget., mungkin pikir mereka, "lho, tumben acara PG nggak ngaret" (hedeh)
Sejatinya atau lebih tepat rencananya acara pembukaan ini akan dihadiri oleh Pejabat dari PEMDA & DIKNAS. Namun setelah ditunggu-tunggu belum juga dateng, mau nggak mau acara dilanjutin tanpa mereka. Mungkin pertimbangan mereka sederhana, daripada datang telat terus disuruh push up, mending nggak datang sekalian!Dan akhirnya Pak Agus dipilih untuk membuka acara mewakili para kepala sekolah yang hadir (memang berapa kepsek yang hadir yak?)
Rio Saputra
Setelah pembukaan yang singkat dan cukup berkesan, acara langsung dilanjutkan dengan Pemberian Materi pertama, Kepemimpinan Sejati oleh Ketua Yayasan, Robi Antomi, S.Pi. Agenda LDKR kali ini memang padat banget, jadi nggak ada banyak waktu luang buat santai2. Maka, setelah jeda beberapa saat Peserta mesti kembali siap mengikuti pemberian materi kedua, Struktur dan Fungsi Rohis. Kali ini yang ngasih materi didatangin langsung dari Kota Bengkulu. Kak Haryo Pratikto, S.Pd -Ketua Iqro' Generation Bengkulu- ini waktu di kampus dulu pernah juga menjadi Ketum FOSI, Rohis-nya Fakultas KIP UNIB.
Tepat pukul 1 siang, saat matahari bertahta di singgasananya (halah) dan setelah sholat, adalah waktunya makan siang. Yang istimewa, disini peserta duduk berpasangan dan makannya harus saling bersuapan. Nah ini yang lucu, ada yang risih, malu-malu, juga ada yang nggak tau malu (pura-pura malu nyuapin, tapi begitu semangat disuapin)
Selepas itu...ya materi lagi! Namun, disaat letih mulai terasa dan ngantuk mulai melanda kebanyakan peserta, pada saat seperti itu muncullah sosok yang tepat. Kak Rio Saputra. Bisa dibilang penampakan aktivis Rohisnya UMB ini di meja pemateri cukup menyegarkan mata para peserta terutama kaum hawa-nya. (hehe..af1 akh). Beliau dapat tugas mengajari bagaimana teknik Kepanitiaan yang efektif. Kemudian acara kembali dilanjutkan dengan Materi Sistem administrasi dan Proposal yang dipandu oleh Kak Rudi Saputra, SSTP sampe Asar. 
Setelah merilekskan persendian dengan sholat dan berjalan kaki ke masjid desa sebelah, peserta segera dikumpulkan di Ruang Aula lagi. Ada sedikit perubahan disini. Semestinya mulai ba'da asar hingga menjelang maghrib agendanya adalah Materi Team Building feat Komunikasi Efektif oleh Kak Lipranto. But, ternyata hingga saat itu mereka (Kak Lip & Kak Abu) masih dalam perjalanan. Yah, kira-kira baru sebatas Manna lah. Namun Alhamdulillah, dengan ketenangan tingkat tinggi panitia (taela), yang sudah layaknya para praja dibawah komando Bang Renra menemukan solusinya. Materi dipending hingga Ba'da Isya. So, Materi Kak Robi : Teknik Persidangan, dimajukan. Beres! 
panitia
Sementara pada saat itu, tanpa mereka sadari. Di kejauhan, tepatnya di sebuah bukit di Desa Padang Petron yang terletak di desa sebelah, 3 orang oknum tim Outbound berinisial Su, Ba, dan Ak sedang merancang makar untuk mereka esok pagi (huahahaha..hap!)
---
Pukul 18.00 simulasi selesai dan peserta segera beranjak ke kamar mereka yang mirip bangsal pengungsian. Putri di lantai 2 dan Putra di lantai 1. Ya, ini ruang kelas kawan! Kemudian setelah semua beres, kami semua bersiap untuk bersuci memenuhi panggilan Sang Penguasa Semesta. Waktu yang tersedia antara Maghrib dan Isya ini diisi dengan Tilawah bersama yang dipandu Kak Merzan dan Kak Sudirman, lalu dilanjutkan dengan agenda yang paling ditunggu-tunggu semua orang.. Makan Malam.

Pukul 20.00 Sholat Isya selesai ditunaikan. Ngantuk dan lelah mulai terlihat di wajah para peserta terutama putri. Tapi sayang, harapan mereka untuk segera istirahat sirna karena ternyata mereka masih harus mengikuti satu materi terakhir,Team Building. ternyata cobaan mereka nggak sampai disitu. Mereka pun harus merelakan Hape kesayangan mereka karena panitia memutuskan agar semua Hape dikumpulkan dan baru bisa diambil lagi saat acara penutupan. Pada saat inilah, kami panitia menyadari sebuah kenyataan mengejutkan, Fakta menunjukkan bahwa bagi anak2 mentoring ini, berpisah dengan nasi masih lebih ringan dari pada mesti berpisah dengan Hape !  Gubrak!!
Lebih kurang 120 menit kak Lipranto memaparkan materi beserta simulasinya. Dan kembali ke Laptop, pada saat itu jam digital di layar laptop sudah menunjukkan pukul 22.30 Wib !.
Acara selanjutnya tentu Istirahat. TIngkat ngantuksiasme peserta pun sudah sedemikian parah. Untuk menyegarkan suasana, panitia menantang peserta dengan sebuah tebak-tebakan gambar. Bila terjawab, barulah semua boleh kembali ke kamar. Satu persatu peserta mencoba keberuntungannya menebak-nebak. Semua berjuang dengan satu semangat. "Memperoleh Hak Tidur". Walhasil, setelah kurang lebih 30 menit mencoba terus dan hampir frustasi, akhirnya seorang peserta putri berhasil memecahkan jawabannya.  Horee!
Semua peserta kembali ke alamnya (ups, kamarnya). Karena sudah larut, dalam waktu singkat peserta di lantai 2 langsung terlelap. Sementara para penghuni lantai 1 -seperti biasa- ngobrol dengan suksesnya.  Diperlukan tim khusus untuk menjinakkan mereka agar menghentikan "diskusi dan lobi" lalu segera istirahat. Untuk urusan ini, Kak Sudir dan Kak Robi ahlinya.
---

Pukul setengah tiga, semua peserta dibangunkan. Agenda selanjutnya adalah Sholat Tahajud bersama dan sedikit muhasabah. Satu persatu peserta berwudhu dalam dinginnya udara saat itu meskipun ngantuk jelas terlihat di wajah mereka. Jam 3 semua siap. Siap untuk menghadap Sang Kekasih. Melebur segala kesalahan diri. Mengingat-ingat kembali tumpukan dosa yang makin menggungung kemudian bertobat minta ampun kepada-Nya. Kali ini imamnya adalah Kak Sudirman yang dulu pernah menjadi qori’. Sesi tahajud berlangsung khidmat. Setelah menyelesaikan 4 raka’atitambah 3 raka’at witir, acara dilanjutkan dengan sesi muhasabah dipandu oleh Kak Akbar, lalu tilawah qur’an hingga masuk waktu Subuh. Tidur lagi ? Lupakan! /(^_^)\.  Bahkan Ketupat harus melupakan rencana untuk tidur sejenak (coz semalam nyaris nggak tidur) dikarenakan ada Briefing mendadak. (haha.. two thumbs up!)

---
Subuh yang dingin. Namun rasa syukur dan kelegaan menyeruak dihati semua panitia demi melihat bintang gemintang bertaburan di atas sana. Soalnya, pagi ini kita mo kegiatan out door seharian. Kalau hujan, kan bisa berabe. Alhamdulillah ternyata, sepanjang hari minggu itu mentari setia menemani. Meski terik tapi ngga’ apa-apa. Dari pada kehujanan J
Kak Abu
Selesai dzikir pagi, Kak Abu pun mulai beraksi. Senam pagi dipandunya dengan penuh semangat. Peserta pun akhirnya jadi ikut semangat juga. (Kak Abu gitu loh^^). Setelah senam dan puas dikerjai dengan game2 seru, tiba waktunya sarapan pagi per kelompok. Dengan menu khas (khas ujung bulan) : lontong sayur, selade, dan nasi uduk. Dalam hitungan detik (kurang lebih 1250 detik) ketiga menu itu telah berpindah ke perut semua peserta dengan suksesnya.
Abis makan, semua balik ke lapangan. Peserta dikasih briefing singkat sama kak Akbar dan kak Renra. Dari sini mereka akan melakukan longmarch menuju lokasi Outbound di sebuah bukit di desa sebelah. Setelah memastikan semua dalam kondisi siap, Panitia melepas kelompok saru-persatu. Perjalanan ini terbukti cukup menguras fisik peserta. Di perjalanan khususnya di sebuah tanjakan terakhir nan curam, puluhan peseta putri bergelimpangan (emang ikan!). Namun, inilah tantangannya. Bukankah menjadi pemimpin sejati nggak bisa instan ?! Maka, dengan semangat 45 dan dengan didorongkan oleh keinginan yang luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas (lho?), Sori, maksudnya seluruh peserta akhirnya sampai juga di lokasi. Mereka segera disambut oleh tim outbound yang sejak pagi tadi bergentayangan di sana.
Outbound dimulai dengan permainan2 ringan untuk mencairkan suasana dan menumbuhkan kekompakan. Setelah itu, barulah outbound memasuki kategorihigh risk. Ada tiga permainan utama, Hopla, Meniti Bambu, dan entah lupa namanya. Alhamdulillah, dengan dipandu para instruktur yang sarat (baca : seret) pengalaman, tak ada peserta yang mengalami cedera serius seperti patah tulang atau gegar otak. (hedeh). Ujian terberat tentu berjuang menahan haus ditegah sengatan sang mentari. Dan panitia dengan kejamnya memanfaatkan kondisi itu untuk menyiksa para peserta. Bahkan kabarnya satu kelompok hanya diberi 1 gelas air mineral. Haha3x.. (maafkan kami yang telah menyiksa kalian). Tapi nggak juga cing, setelah itu sepertinya peserta kembali mendapatkan hak minumnya.
Pukul 12, acara outbound selesai. Karena molor dari jadwal dan waktu zuhur kan segera tiba, maka acara langsung dilanjutkan dengan Penutupan. Di penutupan ini semua peserta mengucapkan ikrar sebagai anggota Rohis. Terlihat wajah-wajah peserta begitu serius saat mengucapkannya. Semoga ikrar ini akan terus diingat dan menjadi motivasi bagi setiap orang.
Maka dengan ini selesailah Latihan Dasar Kepemimpinan Remaja 2. Setelah foto-foto bersama, peserta berkumpul untuk menerima pembagian hadiah berupa handphone yang sebenarnya adalah milik mereka sendiri (wkwkwk). Kemudian semua kembali melakukan long march ke lokasi pelatihan yang dilanjutkan dengan pulang ke rumah masing-masing dengan membawa semua kenangan yang didapat.
Sampai Jumpa di Kegiatan Selanjutnya. SALAM UKHUWAH!
1 Januari 2011
Read more »

 

Baut

Oasis

Tapak Kecil