 |
| mendaftar dengan semangat |
Hari pertama di tahun 2011 ini bisa dibilang istimewa. Kenapa? karena
biasanya hari2 kayak gini adalah saat yang pas bagi kebanyakan remaja tuk
jalan2, liburan, kongkow2, pokoknya Have fun deh. Apalagi 1 januari ini juga
masih masa liburan semester. Lengkaplah semua!
Nah, maka jadi hal yang istimewa banget jika pada hari itu ada remaja2 yang
malah "merelakan" waktunya tuk diisi aktivitas semacam :
"LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN REMAJA". Hmm.. Azeg!
Singkat cerita, bertempat di MTs Negeri Bintuhan yang asri, berkumpullah
sekitar 75 pelajar (50 putri 'n 25 putra) dari 5 sekolah menengah atas di Kaur
[ SMA 1, 3, 5, MAN, 'n SMK Ma'arif ] . Mereka kumpul disini bukan mau
demo sobat, apalagi ngungsi. Tapi memang disinilah kegiatan yang paling
aman untuk kantong mereka (hahha..becanda .. bisa digebukin anak2 rohis). Oke,
let's be serious. Disinilah selama 2 hari mereka yang notabene anak2 mentoring
akan dididik, ditatar, dibina(sakan), dan dibekali dengan ilmu berorganisasi
dan kepemimpinan. Intinya : Menjadi Seorang Pemimpin Tidak Bisa Instan!!
Perlu proses dan pengorbanan.
Buat kami para panitia, LDKR ini jadi beban moral juga sebenarnya. Mo
ngajarin cara berorganisasi yang baik en kepanitiaan yang kompak tentu PG-nya
musti bisa jadi contoh dulu. Kalo kepanitiaan LDKR aja masih amburadul, ya
Nggak lucu kan. hmm..hmm.
 |
| panitia juga kebagian |
Maka, melalui rapat yang penuh konspirasi (wkwkwk..) terpilihlah sebagai
Ketupatnya Bang Renra Agung, SSTP (orang yg 2 taun lalu mo dicalonin jadi DE PG
tapi minggat dengan suksesnya ke Pulau Jawa!). Hasilnya.. Subhanallah! sampe
pas evaluasi ada yang ngomen : "perasaan baru kali ini kepanitiaan kita
begitu solid ya.." juga "meski capek, ana senang karena semua panitia
juga komit dengan tugasnya".. sampe "Wah, mesti dipertahankan nih,
kegiatan2 selanjutnya akh renra aja ya yang jadi ketua panitia.." Pletak!
But, faktanya emang gitu. banyak hal positif dalam kinerja kepanitiaan kali
ini. contohnya, untuk menumpas kebiasaan ngaret, dibuat peraturan bagi siapa
aja yang datang terlambat bakal disanksi. Dan semua sepakat. Alhasil,
tersebutlah 4 orang panitia dihadihi push up 1 kali per menit telat karena
tertangkap tangan datang terlambat (wkwkwkw). Peserta pun juga banyak yang
kaget., mungkin pikir mereka, "lho, tumben acara PG nggak ngaret"
(hedeh)
Sejatinya atau lebih tepat rencananya acara pembukaan ini akan dihadiri
oleh Pejabat dari PEMDA & DIKNAS. Namun setelah ditunggu-tunggu belum juga
dateng, mau nggak mau acara dilanjutin tanpa mereka. Mungkin pertimbangan
mereka sederhana, daripada datang telat terus disuruh push up, mending nggak
datang sekalian!Dan akhirnya Pak Agus dipilih untuk membuka acara mewakili para
kepala sekolah yang hadir (memang berapa kepsek yang hadir yak?)
 |
| Rio Saputra |
Setelah pembukaan yang singkat dan cukup berkesan, acara langsung
dilanjutkan dengan Pemberian Materi pertama, Kepemimpinan Sejati oleh Ketua
Yayasan, Robi Antomi, S.Pi. Agenda LDKR kali ini memang padat banget, jadi
nggak ada banyak waktu luang buat santai2. Maka, setelah jeda beberapa saat
Peserta mesti kembali siap mengikuti pemberian materi kedua, Struktur dan
Fungsi Rohis. Kali ini yang ngasih materi didatangin langsung dari Kota
Bengkulu. Kak Haryo Pratikto, S.Pd -Ketua Iqro' Generation Bengkulu- ini waktu
di kampus dulu pernah juga menjadi Ketum FOSI, Rohis-nya Fakultas KIP UNIB.
Tepat pukul 1 siang, saat matahari bertahta di singgasananya (halah) dan
setelah sholat, adalah waktunya makan siang. Yang istimewa, disini peserta
duduk berpasangan dan makannya harus saling bersuapan. Nah ini yang lucu, ada
yang risih, malu-malu, juga ada yang nggak tau malu (pura-pura malu nyuapin,
tapi begitu semangat disuapin)
Selepas itu...ya materi lagi! Namun, disaat letih mulai terasa dan ngantuk
mulai melanda kebanyakan peserta, pada saat seperti itu muncullah sosok yang
tepat. Kak Rio Saputra. Bisa dibilang penampakan aktivis Rohisnya UMB ini di
meja pemateri cukup menyegarkan mata para peserta terutama kaum hawa-nya.
(hehe..af1 akh). Beliau dapat tugas mengajari bagaimana teknik Kepanitiaan yang
efektif. Kemudian acara kembali dilanjutkan dengan Materi Sistem administrasi
dan Proposal yang dipandu oleh Kak Rudi Saputra, SSTP sampe Asar.
Setelah merilekskan persendian dengan sholat dan berjalan kaki ke
masjid desa sebelah, peserta segera dikumpulkan di Ruang Aula lagi. Ada sedikit
perubahan disini. Semestinya mulai ba'da asar hingga menjelang maghrib
agendanya adalah Materi Team Building feat Komunikasi
Efektif oleh Kak Lipranto. But, ternyata hingga saat itu mereka (Kak Lip &
Kak Abu) masih dalam perjalanan. Yah, kira-kira baru sebatas Manna lah. Namun
Alhamdulillah, dengan ketenangan tingkat tinggi panitia (taela), yang sudah
layaknya para praja dibawah komando Bang Renra menemukan solusinya. Materi
dipending hingga Ba'da Isya. So, Materi Kak Robi : Teknik Persidangan, dimajukan. Beres!
 |
| panitia |
Sementara pada saat itu, tanpa mereka sadari. Di kejauhan, tepatnya di
sebuah bukit di Desa Padang Petron yang terletak di desa sebelah, 3 orang oknum
tim Outbound berinisial Su, Ba, dan Ak sedang merancang makar untuk mereka esok
pagi (huahahaha..hap!)
---
Pukul 18.00 simulasi selesai dan peserta segera beranjak ke kamar mereka
yang mirip bangsal pengungsian. Putri di lantai 2 dan Putra di lantai 1. Ya,
ini ruang kelas kawan! Kemudian setelah semua beres, kami semua bersiap untuk
bersuci memenuhi panggilan Sang Penguasa Semesta. Waktu yang tersedia antara
Maghrib dan Isya ini diisi dengan Tilawah bersama yang dipandu Kak Merzan dan
Kak Sudirman, lalu dilanjutkan dengan agenda yang paling ditunggu-tunggu semua
orang.. Makan Malam.
Pukul 20.00 Sholat Isya selesai ditunaikan. Ngantuk dan lelah mulai terlihat
di wajah para peserta terutama putri. Tapi sayang, harapan mereka untuk segera
istirahat sirna karena ternyata mereka masih harus mengikuti satu materi
terakhir,Team Building. ternyata cobaan mereka nggak sampai disitu. Mereka
pun harus merelakan Hape kesayangan mereka karena panitia memutuskan agar semua
Hape dikumpulkan dan baru bisa diambil lagi saat acara penutupan. Pada saat
inilah, kami panitia menyadari sebuah kenyataan mengejutkan, Fakta menunjukkan
bahwa bagi anak2 mentoring ini, berpisah dengan nasi masih lebih ringan dari
pada mesti berpisah dengan Hape ! Gubrak!!
Lebih kurang 120 menit kak Lipranto memaparkan materi beserta simulasinya.
Dan kembali ke Laptop, pada saat itu jam digital di layar laptop sudah
menunjukkan pukul 22.30 Wib !.
Acara selanjutnya tentu Istirahat. TIngkat ngantuksiasme peserta pun sudah
sedemikian parah. Untuk menyegarkan suasana, panitia menantang peserta dengan
sebuah tebak-tebakan gambar. Bila terjawab, barulah semua boleh kembali ke
kamar. Satu persatu peserta mencoba keberuntungannya menebak-nebak. Semua
berjuang dengan satu semangat. "Memperoleh Hak Tidur". Walhasil,
setelah kurang lebih 30 menit mencoba terus dan hampir frustasi, akhirnya
seorang peserta putri berhasil memecahkan jawabannya. Horee!
Semua peserta kembali ke alamnya (ups, kamarnya). Karena sudah larut, dalam
waktu singkat peserta di lantai 2 langsung terlelap. Sementara para penghuni
lantai 1 -seperti biasa- ngobrol dengan suksesnya. Diperlukan tim khusus
untuk menjinakkan mereka agar menghentikan "diskusi dan lobi" lalu
segera istirahat. Untuk urusan ini, Kak Sudir dan Kak Robi ahlinya.
---
Pukul setengah tiga, semua peserta dibangunkan. Agenda selanjutnya adalah
Sholat Tahajud bersama dan sedikit muhasabah. Satu persatu peserta berwudhu
dalam dinginnya udara saat itu meskipun ngantuk jelas terlihat di wajah mereka.
Jam 3 semua siap. Siap untuk menghadap Sang Kekasih. Melebur segala kesalahan
diri. Mengingat-ingat kembali tumpukan dosa yang makin menggungung kemudian
bertobat minta ampun kepada-Nya. Kali ini imamnya adalah Kak Sudirman yang dulu
pernah menjadi qori’. Sesi tahajud berlangsung khidmat. Setelah menyelesaikan 4
raka’atitambah 3 raka’at witir, acara dilanjutkan dengan sesi muhasabah dipandu
oleh Kak Akbar, lalu tilawah qur’an hingga masuk waktu Subuh. Tidur lagi ?
Lupakan! /(^_^)\. Bahkan Ketupat harus melupakan rencana untuk tidur
sejenak (coz semalam nyaris nggak tidur) dikarenakan ada Briefing mendadak.
(haha.. two thumbs up!)
---
Subuh yang dingin. Namun rasa syukur dan kelegaan menyeruak dihati semua
panitia demi melihat bintang gemintang bertaburan di atas sana. Soalnya,
pagi ini kita mo kegiatan out door seharian. Kalau hujan, kan bisa
berabe. Alhamdulillah ternyata, sepanjang hari minggu itu mentari setia
menemani. Meski terik tapi ngga’ apa-apa. Dari pada kehujanan J
 |
| Kak Abu |
Selesai dzikir pagi, Kak Abu pun mulai beraksi. Senam pagi dipandunya
dengan penuh semangat. Peserta pun akhirnya jadi ikut semangat juga. (Kak Abu
gitu loh^^). Setelah senam dan puas dikerjai dengan game2 seru, tiba waktunya
sarapan pagi per kelompok. Dengan menu khas (khas ujung bulan) : lontong sayur, selade,
dan nasi uduk. Dalam hitungan detik (kurang lebih 1250 detik) ketiga menu itu
telah berpindah ke perut semua peserta dengan suksesnya.
Abis makan, semua balik ke lapangan. Peserta dikasih briefing singkat sama
kak Akbar dan kak Renra. Dari sini mereka akan melakukan longmarch menuju
lokasi Outbound di sebuah bukit di desa sebelah. Setelah memastikan semua dalam
kondisi siap, Panitia melepas kelompok saru-persatu. Perjalanan ini terbukti
cukup menguras fisik peserta. Di perjalanan khususnya di sebuah tanjakan
terakhir nan curam, puluhan peseta putri bergelimpangan (emang ikan!). Namun,
inilah tantangannya. Bukankah menjadi pemimpin sejati nggak bisa instan ?! Maka,
dengan semangat 45 dan dengan didorongkan oleh keinginan yang luhur, supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas (lho?), Sori, maksudnya seluruh peserta
akhirnya sampai juga di lokasi. Mereka segera disambut oleh tim outbound yang
sejak pagi tadi bergentayangan di sana.
Outbound dimulai dengan permainan2 ringan untuk mencairkan suasana dan
menumbuhkan kekompakan. Setelah itu, barulah outbound memasuki kategorihigh
risk. Ada tiga permainan utama, Hopla, Meniti Bambu, dan entah
lupa namanya. Alhamdulillah, dengan dipandu para instruktur yang sarat (baca :
seret) pengalaman, tak ada peserta yang mengalami cedera serius seperti patah
tulang atau gegar otak. (hedeh). Ujian terberat tentu berjuang menahan haus
ditegah sengatan sang mentari. Dan panitia dengan kejamnya memanfaatkan
kondisi itu untuk menyiksa para peserta. Bahkan kabarnya satu kelompok hanya
diberi 1 gelas air mineral. Haha3x.. (maafkan kami yang telah menyiksa kalian).
Tapi nggak juga cing, setelah itu sepertinya peserta kembali mendapatkan hak
minumnya.
Pukul 12, acara outbound selesai. Karena molor dari jadwal dan waktu zuhur kan segera
tiba, maka acara langsung dilanjutkan dengan Penutupan. Di penutupan ini semua
peserta mengucapkan ikrar sebagai anggota Rohis. Terlihat wajah-wajah peserta
begitu serius saat mengucapkannya. Semoga ikrar ini akan terus diingat dan
menjadi motivasi bagi setiap orang.
Maka dengan ini selesailah Latihan Dasar Kepemimpinan Remaja 2. Setelah
foto-foto bersama, peserta berkumpul untuk menerima pembagian hadiah berupa
handphone yang sebenarnya adalah milik mereka sendiri (wkwkwk). Kemudian semua
kembali melakukan long march ke lokasi pelatihan yang dilanjutkan dengan pulang
ke rumah masing-masing dengan membawa semua kenangan yang didapat.
Sampai Jumpa di Kegiatan Selanjutnya. SALAM UKHUWAH!
1 Januari 2011