Kamis, 17 Mei 2012
Hari libur kali ini, Rohis mo ngadain sesuatu yang beda. Yap! Sesuatu yang
beda en belum pernah ada sebelumnya. Kegiatan yang menantang nyali, memacu
adrenalin, dan hanya untuk mereka yang berjiwa pemberani. Dan, kegiatan itu
adalah..... pesantren kilat. Gubrakkk!!!
Tenang masbro, kalem.. yang kita maksud sebenarnya adalah HIKING ROHIS. Ya,
nggak salah lagi, Hiking. Bukan Cuma anak pramuka aja yang bisa hiking,
cowok-cowok Rohis pun ternyata nggak kalah tangguhnya lho. Padahal, medan
hiking kali ini terbilang cukup berat. Dulu aja, nggak sedikit anak pramuka
yang nyerah waktu menjajal rute yang
sama.
Alhamdulillah, cuaca hari itu cerah banget. Pagi-pagi bener para pejantan
Rohis ini dah kumpul di SMA Negeri 1. Semuanya berjumlah 22 orang dari SMA 1,
SMA 3, MAN dan SMA 5. Mereka juga ditemani kak Sudirman, kak Andi, kak Merzan
dan kak Akbar dari PG. Setelah cek kelengkapan dan briefing singkat, rombongan
segera berangkat menuju Desa Tanjung Agung yang berjarak sekitar sepuluh
kilometer dari SMA 1.
Jadi ceritanya, dari Desa Tanjung Agung ini kita mau hiking ke salah satu
Air Terjun di kawasan transmigrasi. Tempat ini jarang dikunjungi karena sangat
sulit untuk mencapainya. Jalan-jalannya yang terjal dan masih tanah ini gak bisa dilalui oleh
sembarang orang. Apalagi jika turun hujan, jalanan segera berubah menjadi kubangan lumpur lengket. Makanya, kita
memutuskan hiking aja kesana. Sekalian membina kekuatan jasadiyah juga.
Setelah pamit ke aparat Desa dan menitipkan motor-motor disana, saatnya
untuk memulai perjalanan. Briefing lagi sebentar dan... the journey begins!
Fakta 1: Sebagian besar peserta masih buta lapangan.

Perjalanan dimulai penuh semangat,.. yel-yel.. takbir... sejauh ini masih
aman. Tiba di tanjakan terjal pertama, nafas mulai kedodoran. Istirahat
pertama. Peluh mulai bercucuran. Tapi, ini baru awal bro. Kita belum
sepersepuluh perjalanan! (hmmm)


Lanjut lagi... Matahari kian terik, panas menyengat! Yel-yel udah mulai
nggak kedengeran lagi. Yang ada hanya nafas-nafas pendek yang mulai nggak
teratur. Dengan penuh kesabaran satu per satu tanjakan dilalui. Ternyata,
beberapa peserta tidak pernah membayangkan perjalanan akan seberat ini.
Sehingga motiasi dan persiapannya juga seadanya. Alhasil, pada satu tanjakan
yang amat terjal, satu peserta terkapar dan akhirnya diangkut pake ojek yang
kebetulan lewat. Hehehe..
Akhirnya perjalanan panjang dan terkesan “impossible” ini berakhir. Ya,
setelah berjuang selama 4 jam. Apa?! Betul, 4 (EMPAT) jam!!! Dan ajaib juga
rasanya kalau kami masih sanggup pulang sore ini dengan menempuh rute yang
sama. Berhubung sudah masuk waktu zuhur, semua segera berwudhu dan memenuhi
kewajibannya. Dimana lagi kalau bukan di batu-batu yang ada di sekitar air
terjun. Sholat di alam terbuka seperti ini sensasinya sesuatu banget.
Alhamdulillah dimudahkan juga sampai ke tempat ini. Mungkin air terjun ini
tidak begitu istimewa bentuknya. Tapi besarnya pengorbanan untuk mencapainya
menjadikannya luar biasa.
Setelah mengisi perut yang sudah sejak tadi kelaparan, acara selanjutnya
tentu saja Mandi bareng sepuasnya. Kemudian dilanjutkan dengan game kelompok
dan penyampaian taujih singkat dari kak Akbar.





Tepat pukul 15.00 semua segera bersiap untuk menempuh perjalanan pulang
kembali. Walaupun rasa letih tadi belum sepenuhnya hilang, tapi perjalanan
pulang biasanya terasa lebih ringan. Dan buktinya, dalam waktu kurang dari 3
jam kami sudah berhasil mencapai Desa Tanjung Agung dengan selamat.
Syukur tak terhingga atas pengalaman hari ini. Semoga kami menjadi
pribadi-pribadi yang lebih tangguh dalam menempuh jalan kebenaran. Allahu
Akbar!
Read more »