Minggu, 01 Juli 2012

Mission Imposibble


Kamis, 17 Mei 2012
Hari libur kali ini, Rohis mo ngadain sesuatu yang beda. Yap! Sesuatu yang beda en belum pernah ada sebelumnya. Kegiatan yang menantang nyali, memacu adrenalin, dan hanya untuk mereka yang berjiwa pemberani. Dan, kegiatan itu adalah..... pesantren kilat. Gubrakkk!!!
Tenang masbro, kalem.. yang kita maksud sebenarnya adalah HIKING ROHIS. Ya, nggak salah lagi, Hiking. Bukan Cuma anak pramuka aja yang bisa hiking, cowok-cowok Rohis pun ternyata nggak kalah tangguhnya lho. Padahal, medan hiking kali ini terbilang cukup berat. Dulu aja, nggak sedikit anak pramuka yang nyerah  waktu menjajal rute yang sama.
Alhamdulillah, cuaca hari itu cerah banget. Pagi-pagi bener para pejantan Rohis ini dah kumpul di SMA Negeri 1. Semuanya berjumlah 22 orang dari SMA 1, SMA 3, MAN dan SMA 5. Mereka juga ditemani kak Sudirman, kak Andi, kak Merzan dan kak Akbar dari PG. Setelah cek kelengkapan dan briefing singkat, rombongan segera berangkat menuju Desa Tanjung Agung yang berjarak sekitar sepuluh kilometer dari SMA 1.

Jadi ceritanya, dari Desa Tanjung Agung ini kita mau hiking ke salah satu Air Terjun di kawasan transmigrasi. Tempat ini jarang dikunjungi karena sangat sulit untuk mencapainya. Jalan-jalannya yang terjal dan  masih tanah ini gak bisa dilalui oleh sembarang orang. Apalagi jika turun hujan, jalanan segera berubah menjadi  kubangan lumpur lengket. Makanya, kita memutuskan hiking aja kesana. Sekalian membina kekuatan jasadiyah juga.
Setelah pamit ke aparat Desa dan menitipkan motor-motor disana, saatnya untuk memulai perjalanan. Briefing lagi sebentar dan... the journey begins! Fakta 1: Sebagian besar peserta masih buta lapangan.
Perjalanan dimulai penuh semangat,.. yel-yel.. takbir... sejauh ini masih aman. Tiba di tanjakan terjal pertama, nafas mulai kedodoran. Istirahat pertama. Peluh mulai bercucuran. Tapi, ini baru awal bro. Kita belum sepersepuluh perjalanan! (hmmm)
Lanjut lagi... Matahari kian terik, panas menyengat! Yel-yel udah mulai nggak kedengeran lagi. Yang ada hanya nafas-nafas pendek yang mulai nggak teratur. Dengan penuh kesabaran satu per satu tanjakan dilalui.  Ternyata,  beberapa peserta tidak pernah membayangkan perjalanan akan seberat ini. Sehingga motiasi dan persiapannya juga seadanya. Alhasil, pada satu tanjakan yang amat terjal, satu peserta terkapar dan akhirnya diangkut pake ojek yang kebetulan lewat. Hehehe..
Akhirnya perjalanan panjang dan terkesan “impossible” ini berakhir. Ya, setelah berjuang selama 4 jam. Apa?! Betul, 4 (EMPAT) jam!!! Dan ajaib juga rasanya kalau kami masih sanggup pulang sore ini dengan menempuh rute yang sama. Berhubung sudah masuk waktu zuhur, semua segera berwudhu dan memenuhi kewajibannya. Dimana lagi kalau bukan di batu-batu yang ada di sekitar air terjun. Sholat di alam terbuka seperti ini sensasinya sesuatu banget. Alhamdulillah dimudahkan juga sampai ke tempat ini. Mungkin air terjun ini tidak begitu istimewa bentuknya. Tapi besarnya pengorbanan untuk mencapainya menjadikannya luar biasa.
Setelah mengisi perut yang sudah sejak tadi kelaparan, acara selanjutnya tentu saja Mandi bareng sepuasnya. Kemudian dilanjutkan dengan game kelompok dan penyampaian taujih singkat dari kak Akbar.
Tepat pukul 15.00 semua segera bersiap untuk menempuh perjalanan pulang kembali. Walaupun rasa letih tadi belum sepenuhnya hilang, tapi perjalanan pulang biasanya terasa lebih ringan. Dan buktinya, dalam waktu kurang dari 3 jam kami sudah berhasil mencapai Desa Tanjung Agung dengan selamat. Syukur tak terhingga atas pengalaman hari ini. Semoga kami menjadi pribadi-pribadi yang lebih tangguh dalam menempuh jalan kebenaran. Allahu Akbar!

0 komentar:

Posting Komentar

 

Baut

Oasis

Tapak Kecil