Sobat,
kita perlu was-was lho kalau merasa sedang menghadapi masalah besar.
Jangan-jangan bukan masalahnya yang besar, melainkan jiwa kita lah yang terlalu
kecil!
Pernah
dengar kisah tentang seorang bijak dengan segenggam garam? Ceritanya begini
Sob, konon ada seorang pemuda yang mengeluh pada orang bijak. Sang pemuda
merasa galau, impiannya tak kunjung tercapai, karirnya berantakan, persoalan
cintanya pun kandas, ia merasa persoalan hidupnya terlalu pelik dan berat
(mellow banget deh…)
Nah,
bukannya menanggapi keluhan si pemuda, orang bijak tersebut malah menuangkan
segenggam garam ke dalam segelas air, lalu menyuruh sang pemuda mengaduk dan
mencicipi air garam tersebut. Kontan saja si pemuda menyatakan bahwa air
tersebut terasa asin dan pahit!
Kemudian,
si pemuda diajak pergi ke sebuah telaga, orang bijak tersebut kemudian
menuangkan segenggam garam ke dalam telaga, mengaduk-aduk air telaga dengan
sebilah kayu, setelah itu ia meminta sang pemuda untuk mencicipi air telaga
tersebut. Kali ini sang pemuda menyatakan bahwa air yang diminumnya terasa
segar. Orang bijak pun tersenyum dan berkata…
"Anak
muda, dengarlah… Pahitnya kehidupan seumpama segenggam garam. Jumlah dan rasa
pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.Tetapi, kepahitan yang kita
rasakan akan sangat tergantung dari wadah atau tempat yang kita pakai. Hatimu
adalah wadah itu. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah hatimu
seluas telaga yang mampu meredam setiap kepahitan!"
Beuh,
mantab yah Sob nasehat orang bijak di atas? Tapi, dijamin… prakteknya seribu
kali lebih susah daripada sekedar ngomong, tul gak? Setiap ketemu masalah,
sering kali hati kita terasa menyempit, susah tidur, mimpi buruk, minimal
kepikiran terus masalah yang sedang dihadapi.
So, sedikit tips praktis
berikut ini barangkali bisa menjembatani nasehat si orang bijak dengan ‘praktek
di lapangan’:
1.
Begitu menemukan masalah, tetap bersikap tenang!
Ada
orang-orang yang panik ketika mendapat masalah, alih-alih nyelesain masalah,
sikap paniknya itu malah bikin masalah makin rumit. Gampang kok untuk tau
apakah kita panik atau tenang, kalau masih bisa senyum padahal lagi hadapi
masalah, berarti kita tergolong orang yang tenang.
2.
Jangan buru-buru beberin masalah kita ke banyak orang!
Kalau
mau curhat, cukup cari satu orang yang kita anggap cukup bijak dan bisa menjadi
penengah. Boleh kok cerita masalah kita ke banyak orang, tapi setelah ketemu
jalan keluar, jadi orang lain bisa turut dapat inspirasi.
3.
Coba introspeksi diri!
Daripada
menyalahkan orang lain, lebih baik curiga dulu: Jangan-jangan gue-lah penyebab
masalah ini timbul? Sikap menyalahkan pihak lain membuat diri kita seolah-olah
korban dan enggan untuk introspeksi.
4.
Tanyakan: Apakah masalah ini bisa bikin gue lebih dekat
dengan Allah atau malah lebih jauh?
Tiap
masalah sebenarnya berpotensi mendekatkan diri kita pada Allah, Sob. Jangan
sampe kita rugi: Udahlah dapet masalah, menjauh dari Allah pula. Padahal Allah
merupakan sumber segala solusi. So, kalau ketemu masalah… mustinya zikir kita
lebih banyak, shalat lebih khusyu, puasa lebih sering, agar hati kita lebih
lapang, dan segenggam masalah yang ditabur dalam hidup kita tidak terasa
terlalu ‘asin atau pahit’!
5.
Ingatkan diri sendiri: Allah tidak pernah membebani di
luar batas kesanggupan kita!
Kalau
kita mengimani ayat Allah yang satu ini, kita pasti tidak akan merasa masalah
yang dihadapi terlalu berat atau terlalu besar. Bahkan kalau masalahnya memang
benar-benar besar, kita harusnya merasa bangga… berarti Allah telah mengakui
kita berjiwa besar yang sanggup menangani masalah besar!
6.
Pelajari cara orang-orang besar dalam menghadapi
masalah!
Kisah para Nabi,
sahabat, orang-orang sukses lainnya, mungkin bisa menginspirasi kita agar tidak
melulu fokus pada masalah yang dihadapi, melainkan fokus menemukan jalan
keluar!
Yakin
deh Sob… sebenarnya gak ada masalah yang terlalu besar, barangkali jiwa dan
hati kita yang masih kurang luas. So, yuk lapangkan hati kita agar sebanyak
apapun ‘garam yang ditabur’, hanyalah menambah gurih dan sedapnya pengalaman
hidup yang kita alami.
Sumber : annida-online.com
13.27
Unknown



0 komentar:
Posting Komentar