Sobat
, pasti pernah tahu cerita tentang seekor anjing kecil yang minder karena
dibuli teman-temannya? Begini ceritanya…
Ada
seekor anak anjing mungil sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya. Ketika
dia mendekati kandang kuda, tiba-tiba dia mendengar binatang besar itu
memanggil dirinya. Ternyata sang kuda membanggakan diri sebagai binatang paling
kuat di ladang itu, ia mampu menarik pedati dan mengangkat banyak barang untuk
pemilik ladang.
“Heh
anjing kecil, binatang kayak kamu, gak ada gunanya buat pemilik ladang!” Ejek
si kuda dengan wajah sinis.
Anjing
kecil itupun menundukkan kepalanya dengan hati yang sedih. Sesaat kemudian,
dari kandang sebelah, ia mendengar suara seekor sapi, ternyata si sapi
ikut-ikutan membulinya. Sapi mengatakan bahwa ia adalah binatang terhormat
karena istri pemilik ladang membuat mentega dan keju dari susu yang
dihasilkannya.
“Binatang
kecil sepertimu tentu tidak berguna bagi keluarga di sini,” ucap si sapi.
Satu
per satu, binatang lain pun ikut meledek anjing kecil itu. Sambil menceritakan
betapa tingginya kedudukan mereka di ladang tersebut, ayam pun berkata
bagaimana ia telah memberikan telur. Kucing pun bangga, karena ia telah
memusnahkan tikus-tikus pengerat di ladang itu. Dan, semua binatang sepakat,
bahwa si anjing kecil itu adalah makhluk yang benar-benar tidak berguna, karena
setiap binatang sanggup memberikan kontribusi kepada pemilik ladang.
Terpukul
oleh perkataan dari binatang-binatang lain, anjing kecil itupun segera pergi ke
tempat sepi, dan mulai menangis menyesali nasibnya. Ternyata, tidak jauh dari
situ ada seekor anjing tua yang mendengar tangisannya. Dan kemudian anjing tua
itupun menyimak keluh kesah si anjing kecil.
Anjing
kecil berkata, “Anjing tua, saya tidak dapat memberikan pelayanan kepada
keluarga di sini. Sayalah hewan yang paling tidak berguna di sini.”
Karena
terharu, anjing tua itu pun berkata, “Memang benar, bahwa kamu terlalu kecil
untuk menarik pedati, dan kamu juga tidak akan bisa memberikan telur, susu,
ataupun bulu. Tetapi, bodoh sekali rasanya jika kamu menangisi sesuatu yang
tidak bisa kamu lakukan. Kamu harus menggunakan kemampuan yang telah diberikan
oleh Sang Pencipta untuk membawa kegembiraan!”
Malam
itu, ketika pemilik ladang baru pulang dengan wajah yang terlihat lelah. Anjing
kecil itupun berlari menghampirinya, menggoyangkan ekornya, menyalak-nyalak
lucu. Sambil menjatuhkan diri ke tanah, anjing kecil itupun berguling-guling di
rumput, disertai tawa riang pemilik ladang.
Akhirnya,
pemilik ladang itupun berkata, “Meskipun saya pulang dalam keadaan letih, tapi
rasanya semua jadi sirna karena kau menyambutku semesra ini wahai anjing
kecil.”
Sobat
, pernahkah merasa useless? Apa yang orang lain bisa lakukan, kita
gak bisa lakukan sebaik mereka, rasanya iri melihat bakat dan kemampuan orang
lain, serta merutuki diri yang tidak bisa apa-apa, gak punya apa-apa, dan bukan
siapa-siapa.
Stop!
Berhenti menangisi apa-apa yang tidak bisa kita lakukan, Sob! Cukup
lakukan yang terbaik. Pasti ada satu atau dua hal yang mampu kita kerjakan.
Jangan
lupa… jauhi rasa sombong atas kontribusi yang telah kita berikan untuk orang
lain! Bisa jadi, kontribusi tersebut hanya bernilai kecil, atau malah
mudah tergantikan.
So,
tidak penting menjadi yang terbaik, tapi penting sekali melakukan yang terbaik
yang kita bisa. Tetap semangat!
Sumber : annida-online.com
08.10
Unknown


0 komentar:
Posting Komentar