Rabu, 10 Oktober 2012

Just Do the Best



Sobat , pasti pernah tahu cerita tentang seekor anjing kecil yang minder karena dibuli teman-temannya? Begini ceritanya…
Ada seekor anak anjing mungil sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya. Ketika dia mendekati kandang kuda, tiba-tiba dia mendengar binatang besar itu memanggil dirinya. Ternyata sang kuda membanggakan diri sebagai binatang paling kuat di ladang itu, ia mampu menarik pedati dan mengangkat banyak barang untuk pemilik ladang.
 “Heh anjing kecil, binatang kayak kamu, gak ada gunanya buat pemilik ladang!” Ejek si kuda dengan wajah sinis.
Anjing kecil itupun menundukkan kepalanya dengan hati yang sedih. Sesaat kemudian, dari kandang sebelah, ia mendengar suara seekor sapi, ternyata si sapi ikut-ikutan membulinya. Sapi mengatakan bahwa ia adalah binatang terhormat karena istri pemilik ladang membuat mentega dan keju dari susu yang dihasilkannya.
 “Binatang kecil sepertimu tentu tidak berguna bagi keluarga di sini,” ucap si sapi.
Satu per satu, binatang lain pun ikut meledek anjing kecil itu. Sambil menceritakan betapa tingginya kedudukan mereka di ladang tersebut, ayam pun berkata bagaimana ia telah memberikan telur. Kucing pun bangga, karena ia telah memusnahkan tikus-tikus pengerat di ladang itu. Dan, semua binatang sepakat, bahwa si anjing kecil itu adalah makhluk yang benar-benar tidak berguna, karena setiap binatang sanggup memberikan kontribusi kepada pemilik ladang.
Terpukul oleh perkataan dari binatang-binatang lain, anjing kecil itupun segera pergi ke tempat sepi, dan mulai menangis menyesali nasibnya. Ternyata, tidak jauh dari situ ada seekor anjing tua yang mendengar tangisannya. Dan kemudian anjing tua itupun menyimak keluh kesah si anjing kecil.
Anjing kecil berkata, “Anjing tua, saya tidak dapat memberikan pelayanan kepada keluarga di sini. Sayalah hewan yang paling tidak berguna di sini.”
Karena terharu, anjing tua itu pun berkata, “Memang benar, bahwa kamu terlalu kecil untuk menarik pedati, dan kamu juga tidak akan bisa memberikan telur, susu, ataupun bulu. Tetapi, bodoh sekali rasanya jika kamu menangisi sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan. Kamu harus menggunakan kemampuan yang telah diberikan oleh Sang Pencipta untuk membawa kegembiraan!”
Malam itu, ketika pemilik ladang baru pulang dengan wajah yang terlihat lelah. Anjing kecil itupun berlari menghampirinya, menggoyangkan ekornya, menyalak-nyalak lucu. Sambil menjatuhkan diri ke tanah, anjing kecil itupun berguling-guling di rumput, disertai tawa riang pemilik ladang.
Akhirnya, pemilik ladang itupun berkata, “Meskipun saya pulang dalam keadaan letih, tapi rasanya semua jadi sirna karena kau menyambutku semesra ini wahai anjing kecil.”
Sobat , pernahkah merasa useless? Apa yang orang lain bisa lakukan, kita gak bisa lakukan sebaik mereka, rasanya iri melihat bakat dan kemampuan orang lain, serta merutuki diri yang tidak bisa apa-apa, gak punya apa-apa, dan bukan siapa-siapa.
Stop!  Berhenti menangisi apa-apa yang tidak bisa kita lakukan, Sob! Cukup lakukan yang terbaik. Pasti ada satu atau dua hal yang mampu kita kerjakan.
Jangan lupa… jauhi rasa sombong atas kontribusi yang telah kita berikan untuk orang lain! Bisa jadi, kontribusi tersebut  hanya bernilai kecil, atau malah mudah tergantikan.
So, tidak penting menjadi yang terbaik, tapi penting sekali melakukan yang terbaik yang kita bisa. Tetap semangat!

Sumber : annida-online.com

0 komentar:

Posting Komentar

 

Baut

Oasis

Tapak Kecil